Komodo dengan Fasilitas Mewah, 100 milyar rupiah




Rencana Taman Nasional Komodo yang akan ditutup ditahun ini sepertinya lancar jaya ya? Apalagi ada dana 100 milyar rupiah untuk rencana tersebut. Menurut Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Viktor Laiskodat, berdasarkan laman kompas.reginal.com dalam artikel yang berjudul Ini Alasan Gubernur NTT Tutup Taman Nasional Komodo, bahwa Taman Nasional Komodo memang berencana ditutup untuk satu tahun kedepan agar bisa revitalisasi kembali lingkungan di Taman Nasional Komodo. Baik dari segi habitat, rantai makanan, dan perbaikan taman bunga yang indah.
Sedang menurut KBBI revitalisasi adalah proses, cara, perbuatan menghidupkan atau menggiatkan kembali. Jadi, revitalisasi Taman Nasional Komodo itu adalah proses untuk memperbaiki lingkungan untuk menghidupkan kembali habitat komodo untuk lebih baik lagi. Apalagi komodo adalah hewan purba yang langka dan hanya berhabitat di Taman Nasional Komodo, Indonesia.
Berdasarkan data pada artikel KLHK: Soal Penutupan Taman Nasional Komodo Perlu Pembahasan Terperinci, yang diakses pada laman sains.kompas.com, data mengenai monitoring Balai TN. Komodo dan Komodo Survival Programme pada tahun 2017 menyebutkan bahwa jumlah populasi komodo sebanyak 2.762 individu yang tersebar di Pulau Rinca (1.410), Pulau Komodo (1.226), Pulau Padar (2), Pulau Gili Motang (54), Pulau Nusa Kode (70). Sedangkan populasi rusa adalah sebanyak 3.900 individu, dan kerbau sebanyak 200 individu. Dengan begitupun revitalisasi memang sangat dibutuhkan untuk keberlangsungan komodo dan rantai makanan komodo.
Lalu, warta mengenai revitalisasi yang diusulkan oleh Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Viktor Laiskodat, yakni  dana 100 milyar rupiah yang diusul sebagai pendukung revitaliasi Taman Nasional Komodopun sangat bagus karena jika diperkirakan akan sangat cukup untuk memenuhi konsumsi sehari-hari komodo yakni daging rusa, atau untuk tata kelola dan keindahan Taman Nasional Komodo. Apalagi jika setelah revitalisasi, Taman Nasional Komodo jadi lebih indah dan nyaman untuk para wisatawan. Ditambah lagi, dana 100 milyar rupiah sepertinya bisa untuk membuat kolam renang air panas untuk komodo, taman bunga untuk jalan-jalan sore komodo, atau persediaan daging rusa selama setahun lebih sebagai makanan utama komodo. Apalagi nanti rencananya setelah revitalisasi dengan dana 100 milyar itu, tidak sembarang wisatawan sembarang masuk. Tentu saja tidak sembarang wisatawan, karena tiket masuk Taman Nasional Komodopun akan dinaikan dari yang awalnya  US$10 atau sekitar Rp 139.165 menjadi US$500 atau sekitar Rp 6.958.250.
Bisa saja, komodo setelah revitalisasi adalah komodo yang sudah terawat, dengan konsumsi oksigen yang lebih bagus karena habitat sudah diperbaiki,  jadi dengan begitu memang sangat cocok jika tiket mahal dan bukan untuk sembarang wisatawan. Sayangnya, ungkapan bukan sembarang wisatawan “mungkin” diukur dengan harga tiket. Bisa saja semakin tinggi harga tiket semakin sembarangan wisatawan malah.
Memang, cocok sekali jika revitalisasi Taman Nasional Komodopun ini diupayakan dengan sangat agar nantinya taman wisata hanya bisa dimasuki oleh wisatawan yang tidak sembarangan, apalagi jika fasilitasnya bisa lebih bagus lagi, mungkin ada gondola yang bisa untuk melihat komodo yang sedang makan rusa sebagai rantai makanannya. Padahal komodo identik dengan hewan purba yang ganas. Ketertarikan melihat komodo di habitat aslinya lebih tinggi ketimbang melihat komodo dengan fasilitas mewah 100 milyar rupiah.
Dengan dana 100 milyar tentu masyarkat sangat senang, dengan begitu habitat komodo bisa diperbaiki, keberlangsngn komodo terjaga, namun sayangnya masyarakat juga iri dengan dana 100 milyar itu untuk kemewahan komodo sebagai hewan purba yang tak tahu angka. Setelah dana sebesar itu untuk kebelangsungan hidup komodo, wisatawan lokal pun harus membayar Rp 6.958.250 untuk masuk kawasan. Namun meski begitu, bisa saja kenaikan tiket yang mahal ini malah menjadi daya tarik jika nantinya pemerintah provisi menyediakan paket wisata “lifetime experiences: staycation with ancient animals”, yakni paket wisata yang mengusung pengalaman sekali seumur hidup berlibur bersama dengan komodo Si Hewan Purba. Contohnya saja Resort yang asik dan indah dengan halaman resort sebagai tempat jalan-jalan sorenya komodo. Bisa jadi alternatif kan?




10 komentar:

  1. Wooow harus nabung 7jtan buat ketemu sama komodo, yaaa.

    BalasHapus
  2. Bagus rencana satu tahun revitalisasi agar lebih segalanya. keren

    BalasHapus
  3. Waaah seru yaa bisa staycation disana dan bisa liat komodo juga secara langsung

    BalasHapus
  4. Wuaaaaahh mahal sekalii. Tp gakpapa sih kalau yang didapat memang sebanding. Biar bisa daya tarik turis juga..

    BalasHapus
  5. 100 milyar itu angka yang cukup fantastis. Bagi pemerhati hewan dan lingkungan tentu wacana ini akan disambut baik. Tapi ya itu, dampaknya, harga tiket masuknya jadi mahal banget kalau menurut saya. Fasilitas yang ditawarkan ke turis harus sebanding dengan uang yang dikeluarkan nanti ya.

    BalasHapus
  6. Waaaah 100M mahal juga ya, tapi kalau terbayar dengan fasilitas dan keindahannya sih pasti puas banget

    BalasHapus
  7. Salah satu wish list pengen kesana semoga ada kesempatan saat sudah revitalisasi :)

    BalasHapus
  8. wah serius mbak mau jadi hampir 7 juta? waduh, dulu pas sering tugas ke NTT belum sempat euy mengunjungi pulau komodo :(

    BalasHapus
  9. Wow banget harganya, dengan kenaikan yang super signifikan itu, aku berharap, hal ini linier dengan fasilitas yg d dapat oleh wisatawan

    BalasHapus
  10. Agak sedih pas baca berita ini. Belum sempet ke sana keburu ditutup dan direvitalisasi, rencana kenaikan harga setelah dibuka juga jauh banget jadi sekitar 7 jutaan. Agak sedih, tapi selama itu semua bisa membantu keberlangsungan Komodo, ya gapapa. Semoga nanti ada rejekinya lagi..

    BalasHapus