Kehidupan Tidak Pernah Berakhir

Memang sepertinya belum ada satu produk warung nasi ataupun kafe yang namanya begitu nyata dan ngena. Untuk manusia asing dan awam yang baru tinggal di sekitaran Bandung, memanglah tempat ini menjadi unik yang terlalu. Sayangnya waktu Saya berkunjung ke warung ini, memang sedang lapar nya jadi untuk sekadar mencari tau alasan nama warung ini tidak terbesit sama sekali. Mungkin teman bisa dapatkan di artikel lain yang lebih detail atau yang pasti selama kehidupan belum berakhir sepertinya teman-teman harus mengunjugi 'Kehidupan Tidak Pernah Berakhir" ini juga. 
sumber : dokumentasi pribadi 

Bisa dikatakan bahwa tempat ini adalah tempat makan vegetarian. Sangat tepat memang dikonsumsi untuk semua umur dan kalangan, yakni karena sehat dan murah. Jarang kan untuk menemukan makanan sehat dan murah. Pun di tempat ini diinformasikan bagaimana sayuran diolah, yakni sebelumnya melalui proses pembersihan atau dicuci menggunakan garam agar semua pestisida yang menempel berkurang. olahan makanan pun tanpa hewani, yakni telur, susu, bawang, santan dan dengan penyedap sari jamur.
Meskipun Saya melihat ada informasi mengenai harga sate, mungkin sate vegetarian ya. Meskipun semuanya sayur tapi untuk lauknya mereka menyediakan ikan seperrti sarden. Untuk harga per porsi makanan di tempat ini memang keterlaluan murah. Biasanya, lokasi sangat mempengaruhi harga, apalagi di Kota Bandung. Namun dengan Rp 9000,- teman bisa mendapatkan empat macam sayur dan nasi. 
Sayangnya tempat ini bukan sekadar warteg pengkolan atau warung nasi ala-ala, ala kadarnya maksutnya. Tempatnya sangat nyaman dan bersih. Disediakan pula kamar mandi yang bersih, tempat cuci tangan, air putih gratis, ada TV flat juga loh. Didominasi dengan warna biru putih serta ada hiasan bunga matahari yang menambah ala-ala deh. Susah digambarkan memang, ya udah liat fotonya langsung aja ya.


Jika ingin bertandang ke tempat ini mungkin lebih baik hindari saat jam makan, karena antrie yang keterlaluan. Tapi karena ke sini juga untuk makan ya, ya semoga tidak terlalu antri. Nanti teman tinggal pilih saja 4 sayur ke pelayan di sana. Untuk pilihan sayurnya seperti foto di bawah ini nih.




Kalau sayur kesukaan saya sih, sayur acar kuning. Yakni sayur wortel dan timun yang dibumbu kuning. Padahal sudah jelas ada papan yang menginfomasikan kalau sayuran disini menggunakan sari jamur untuk penyedapnya tapi tetap saja mantap. 



Udah bukan lumayan rame kan, sampai antri nya aja sambil nahan lapar loh. Pun ketika teman bertandang ke tempat ini, teman disajikan dengan informasi yang tidak biasanya ada di tempat makan, kayak gini nih.




Aduh sepertinya tulisannya terlalu kecil, karena fotonya kurang pinter nih. jadi intinya bahwa "kehidupan tidak pernah berakhir" hanya nama kiasan saja. Semua makanan di sini adalah vegan, tidak mengandung telur dan susu serta bahan hewani yang tertera di daftar tersebut seperti gelatin, glyceril, dan glycerol, dll. 

Yah udah bosen dengan sayur yang sama terus tiap hari. Tapi, bonusnya, di sini juga menyediakan menu lain nih, bungkus bungkus dah .Dan mantapnya, menerima pesanan juga. Mungkin yang mau hajatan, atau acara lain yang butuh makanan sehat karena kalian ga mau tamu kalian jadi terlalu  karena makan yang enak (e, .maksutnya banyak daging gitu) kan bisa diganti dengan sate vegetarian.  Iya ga?



Tapi beneran cuma 9000 ribu aja? iya, ini buktinya. 

Ya udah tambah bill nya sekalian biar percaya. 

Kapan lagi bisa dateng ke "kehidupan yang tidak pernah berakhir", iya gak sih. Kan kita ga tau kapan hidup kita berakhir (aih serem).
Tapi kesananya gimana caranya? Sejujurnya waktu itu pun saya mengandalkan google untuk segalanya karena pun Saya baru pertama kali ke tempat ini. Jadi, gogle adalah pilihan yang pas untuk membantu teman ke sana. :)
Selamat bertandang ke kehidupan yang tidak pernah berkahir ya....


Tidak ada komentar:

Posting Komentar