#AksiSehatCeria Bentuk Pola Tidur Terjaga


 
sumber gambar: https://twitter.com/christina_R36/status/1019580956011843589

Tak ayal memang jika sekarang apapun berkaitan dengan tekhnologi. Bahkan laptop dan handphone sudah menjadi kebutuhan yang selalu berada di dekat kita. Banyak yang tak sadar bahwa ada yang selalu di depan laptop selama berjam-jam dan ada yang tak bisa untuk tidak memegang handphone meski hanya untuk satu jam. Ada yang selalu memegang handphone saat akan tidur dan akan langsung mencari handphone saat terbangun. Hal tersebut bisa disebut juga dengan nomophobia, yakni adanya ketakutan untuk jauh dan tidak memegang smartphone meski hanya sebentar.
Dari hal diatas, menurut saya sangatlah berkaitan dengan aksi sehatku. Karena untuk memulai aksi sehatku adalah dengan mengurangi penggunaan smartphone atau hanya sekedar melihat lihat sosial media yang berujung pada tidur malam bahkan pagi. Dengan terbiasa bermain handphone atau melihat layar laptop terlalu lama, hal tersebut juga memicu seseorang untuk menjadi orang yang ”pikun” untuk minum air putih. Bahkan kecanduan dengan teknologi saja sudah berefek pada jam tidur yang tidak teratur, kekurangan minum air putih, serta kebugaran berkurang karena kurangnya melakukan olahraga. Bukankah merugikan kesehatan?
Aksi sehatku meski hanya sederhana, namun itu dalah hal yang paling amat susah karena sudah menjadi kebiasaan. Minum air putih yang cukup serta perbaiki jam tidur adalah hal yang sepele yang sering dilalaikan oleh mahasiswa “repot” biasanya. Beberapa orang menganggap bahwa mengatur pola tidur, dan untuk tidak lupa minum air putih adalah hal yang biasa karena hampir sebagian orang memang dengan alur hidup yang seperti itu. Mereka terbiasa dengan tidur di malam hari dan bangun di pagi hari. Sayangnya, tidak begitu bagi karib sekeliling saya. Mungkin memang menjadi sebuah kebiasaan ketika begadang sampai waktu subuh lalu membayarnya dengan tidur di pagi hari sampai siang bahkan. Sedangkan bangun dan melanjutkan diskusi lagi dan melalukan aktivitasnya di malam hari. Begitulah seterusnya hal tersebut berulang setiap harinya. Bagi saya dan karib saya yang sedang berperan sebagai mahasiswa.
Mengerti adanya kekeliruan dalam mengatur bagaimana untuk bisa melakukan aksi sehat,  megurangi penggunaan laptop dan smartphone yang berlebihan, mengatur pola tidur, dan cukup minum air putih 8-10 gelas perhari adalah usaha yang sedang berlangsung untuk saya tingkatkan. Pun jika ada kesempatan melakukan peduli sosial seperti donor darah di kampus, tidak baik jika sebelumnya belum tidur atau tidur tidak cukup. Oleh karena itu, mengelola pola tidurpun memberi kesempatan untuk kita bisa melakukan donor darah  pada saat yang mendadak misalnya. Karena manfaat donor darah yang mungkin tidak teman ketahui adalah bisa membantu menurunkan berat badan. Bukankah manfaat yang banyak diinginkan oleh perempuan? Ya mungkin saja iya, mungkin saja tidak.
Adanya kebiasaan yang keliru akibat tekhnologi yang berdampak pada kesehatan memang dialami oleh mahasiswa. Bukan hanya saya dan karib dekat. Menurut laman http://www.lib.ui.ac.id/naskahringkas/2016-08/S56399-Sarip%20Hidayat, yakni penelitian oleh Sarip Hidayat dari Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia melakukan survey pada 165 mahasiswa dan hasil penelitian menyatakan bahwa adanya korelasi mengenai kecanduan smartphone dengan kualitas tidur mahasiswa RIKUI. Selain itu, dalam penelitian tersebut pun menyatakan bahwa penelitian juga dilakukan oleh Universitas Maryland (2012) kepada 1000 mahasiswa di penjuru dunia. Dan hasil penelitian menyatakan bahwa mereka merasa cemas dan terkucilkan hidup tanpa smartphone dan 50% dari jumlah tersebut tidak bisa melalui 24 jam tanpa smarthphone.
Hal yang saya dan karib lakukan adalah hal keliru yang perlu dibenahi dengan aksi sehat. Meski sebagian besar orang pun melakukan hal yang sama, namun bukan berarti hal tersebut layak untuk dilakukan terus menerus. Apalagi menurut penelitian diatas pun bahwa ketergantungan smartphone berkaitan dengan pola tidur, kualitas tidur, dan kecemasan yang tentu saja berdampak tidak baik bagi tubuh. Sehingga hal yang perlu dilakukan dengan tekun untuk aksi sehat saya yakni,
1.   Mengurangi ketergantungan pada smarthphone dan laptop
2.   Mengatur pola tidur
3.   Minum air putih yang cukup setip hari yakni 8-10 gelas per hari
4.  Dan tidak lupa untu berolahraga meski hanya sekedar jogging pada pagi atau siang hari.
Dengan pengalaman yang keliru serta dengan pengetahuan yang memperbaiki, begitulah aksi sehat saya dimulai. Informasi hidup sehat pun bisa didapatkan dengan mudahnya di Doktersehat. Karena kesehatan bukan coba-coba jadi janganlah sampai salah informasi dan lebih baik berkunjung pada laman Doktersehat yang kompeten pada ilmunya. Tentu saja dengan tetap melakukan perjuangan aktivitas pola hidup sehat yang konsisten. Tidak hanya semangat di awal namun sampai akhir. Ayo bangun kebiasaan pola hidup sehat dengan sederhana namun ceria!

Sumber referensi : http://www.lib.ui.ac.id/naskahringkas/2016-08/S56399-Sarip%20Hidayat, yang diakses pada tanggal 23 September 2018, Pukul 08.24 WIB




Tidak ada komentar:

Posting Komentar