De Clerambault Syndrome : Delusi kalau dia suka sama kita

sumber gambar : https://gunselisepici.com/TEOTFW


Banyak sekali obrolan yang biasanya diungkapkan oleh para wanita khususnya dengan tongkrongannya. Biasanya para wanita lebih sering menanyakan pada diri sendiri dan teman dekatnya atau bahkan melakukan googling apakah yang dia suka juga memiliki rasa sebaliknya. Biasanya keywords yang diketik sih “tanda-tanda dia suka sama kita”. Begitu seterusnya sembari setengah percaya dia juga mempunyai rasa yang sama.
Namun, tahu tidak bahwa hampir sebagian besar wanitalah yang merasakan seperti itu. Erotomania adalah sebuah sindrom yang dikategorikan sebagai delusi yang kebanyakan dirasakan oleh wanita muda yang percaya bahwa laki-yang dia suka juga mempunyai rasa yang sama. Menurut penelitian dari Harold W. Jordan and Gray Howe dalam jurnal yang berjudul De Clerambault Syndrome (Erotomania): A Review and Case Presentation sindrom erotomania, sindrom ini dapat terjadi pada beberapa minggu sampai beberapa bulan. Dalam waktu itu, wanita percaya bahwa laki-laki yang ia sukapun menyukainya juga. Namun setelah beberapa bulan sindrom ini akan berhenti dan digantikan dengan delusi dengan laki-laki baru lainnya. Namun pada sindrom delusi ini, ada yang mengalaminya lebih dari bertahun. Yakni dalam jurnal tersebut, ada pasien mengalami delusi selama 7 tahun dan ada yang lebih dari 25 tahun. Bahkan Pasien yang selama 25 tahun delusi itupun disertai laporan medis untuk kasusnya. Penderita sindrom ini biasanya memiliki tanda seperti paranoid disorder atau skizofrenia.
Skizofrenia adalah sebuah gangguan yang mempengaruhi pada kemampuan seseorang dalam berpikir, merasa, dan berperilaku dengan jelas. Ganguan ini masih bisa ditangani namun tidak bisa diobati dan bisa terjadi dalam waktu yang lama atau bahkan selamanya. Gangguan mental inipun mempengaruhi kognisi sesorang. Dalam laman National Institue of Mental Health dalam informasi mengenai Schizophrenia, penderita mengalami gangguan kognisi yakni sulit fokus dan memperhatikan sesuatu, turunnya kemampuan untuk mengerti permasalahan, dan sulit memutuskan suatu masalah.
Dalam sekarang ini, sindrom erotomania sangat berkaitan dengan media sosial. Karena media sosial bisa memicu timbulnya delusi seseorang. Biasanya dimulai dengan stalking kegiatan dia di media sosial. Lalu melihat statusnya dalam media itu, lalu ia percaya statusnya adalah ditujukan untuk dirinya. Namun, sindrom ini pun bisa terjadi pada laki-laki. Dalam laporan penelitian yang berjudul Delusional Disorder, Erotomanic Type, Exacerbated by Social Media Use, bahwa ia percaya beberapa wanita tertarik dan suka kepadanya meski tak ada bukti yang jelas. Setelah dilakukan tes laboratorium mengenai metabolik dasar, hitung darah lengkap, reagin plasma cepat, dan panel tiroid, semuanya tidak menunjukkan temuan signifikan. Bahkan saat wawancara diagnosis pun tak ada yang terjadi. Tidak ada perubahan susasana hati, halusinasi, atau perilaku tidak teratur. Dari hai ltu menunjukan bahwa ia mengidap erotomania yakni karena adanya delusi yang tidak biasa tentang banyak wanita yang tertarik secara romantis kepadanya meskipun tidak ada bukti pendukung.
Nah biasanya, seorang narcissist lebih percaya bahwa ada beberapa orang yang tertarik dengannya tanpa ada ada buktinya. Misalnya salah mengartikan keramahan dan kebaikan seseorang. Atau karakter orang tersebut adalah orang yang assertive atau kurang tegas dalam menjelaskan. Sehingga pihak lain menaruh paham yang salah tentang kebaikan dirinya. Atau seorang tersebut memang memiliki sifat yang opportunis yang yakin bahwa asal pihak lain tidak keberatan, berarti ia tidak melakukan kesalahan. Jadi, sebelum salah paham lebih baik kenali diri sendiri. Apakah memang diri bersifat narcissist atau terlalu berlebihan dalam memikirkan suatu hal.


Sumber Referensi
https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2552541/
https://www.hindawi.com/journals/crips/2017/8652524/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar